Fungsi Ginjal Pada Manusiaartikel kali ini akan menjelaskan secara mendetail mengenai Apa Fungsi Ginjal?.Mengapa kita perlu mengetahui hal itu? Karena ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting bagi manusia. Dengan kita mengetahui dasar-dasar fungsi ginjal, kita bisa mencegah berbagai jenis macam penyakit yang sangat rawan sekali meyerang tubuh kita. Selain itu, agar kita dapat segera menghubungi dokter, apabila fungsi ginjal manusia kurang berfungsi dengan baik.
Fungsi Ginjal Pada Manusia
Ginjal memegang peranan penting di dalam
tubuh manusia, terutama dalam hal proses ekskresi yang mengeluarkan
berbagai zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak dibutuhkan lagi
oleh tubuh kita. Walaupun ginjal berukuran sangat kecil, namun fungsi
ginjal tersebut sangatlah besar. Bisa kita katakan bahwa fungsi utama dari ginjal adalah sebagai tempat pembuangan limbah di dalam tubuh.
Sebagai bagian dari sistem urin, fungsi ginjal
adalah menyaring kotoran (urea) dari darah dan membuangnya bersama
dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari
ginjal dan penyakitnya disebut Nefrologi. Fungsi ginjal
yang lainnya adalah melakukan penyerapan kembali pada sejumlah
elektrolit tertentu yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Penyerapan
tersebut terjadi di bagian tubulus ginjal.
Berikut adalah beberapa fungsi ginjal dalam tubuh manusia.
1. Menyaring Darah
Konsumsi makanan yang kita makan setiap
hari sebagai penghasil energi setelah melalui proses pencernaan pastilah
akan menghasilkan banyak zat sisa dan limbah serta racun atau toksin.
Zat-zat tersebutlah yang akan dikeluarkan oleh ginjal karena jika tidak
maka akan sangat berbahaya bagi tubuh kita.
Nefron adalah salah satu bagian ginjal
yang menjalankan fungsi ini. Apabila seseorang tidak memiliki ginjal,
maka orang tersebut akan mati karena tubuhnya teracuni oleh kotoran yang
dihasilkan oleh tubuh manusia itu sendiri. Untuk melakukan hal
tersebut, ginjal harus menyaring sekitar 200 liter darah dan
menghasilkan 2 liter zat-zat sisa dan air per harinya. Jadi, bisa
disimpulkan bahwa Anda buang air kecil sebanyak kurang lebih 2 liter per
harinya.
2. Mempertahankan keseimbangan Kadar Asam dan Basa
Ginjal berfungsi untuk mempertahankan
keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh dengan cara
mengeluarkan kelebihan asam/basa melalui urine.
3. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh
Ginjal akan mengekskresikan
(mengeluarkan) zat-zat yang merugikan bagi tubuh seperti urea, asam
urat, amoniak, creatinin, garam anorganik, bakteri, dan juga
obat-obatan. Jika zat tersebut tidak dikeluarkan maka akan menjadi racun
yang dapat membahayakan kesehatan di dalam tubuh.
4. Memproses Ulang Zat
Ginjal akan mengembalikan kembali zat
yang masih berguna bagi tubuh kembali menuju darah. Zat tersebut berupa
glukosa, garam, air, dan asam amino. Proses pengembalian zat yang masih
berguna ke dalam darah disebut reabsorpsi.
5. Mengatur Volume Cairan dalam Darah
Ginjal dapat mengontrol jumlah cairan
darah yang dipertahnkan agar tetap seimbang didalam tubuh. Tanpa adanya
control dari ginjal maka tubuh akan menjadi kering karena kekurangan
cairan darah atau sebaliknya, tubuh tenggelam karena kebanjiran cairan
didalam tubuh yang menumpuk tidak terbuang.
6. Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia dalam Darah
Salah satu contohnya yaitu mengatur kadar garam didalam darah.
7. Mengendalikan Kadar Gula dalam Darah
Ginjal amat penting untuk mengatur
kelebihan atau kekurangan gula dalam darah dengan menggunakan hormon
insulin dan adrenalin. Ini penting untuk menghindari diabetes. Insulin
berfungsi sebagai hormon penurun kadar gula dalam darah jika kadar gula
dalam darah berlebih. Adrenalin berfungsi untuk menaikkan kadar gula
dalam darah jika kadar gula di dalam darah tidak mencukupi.
8. Penghasil Zat dan Hormon
Ginjal merupakan penghasil zat atau
hormon tertentu seperti eritropoietin, kalsitriol, dan renin. Hormon
yang dihasilkan oleh ginjal yaitu hormon eritroprotein atau yang
disingkat dengan EPO berfungsi untuk merangsang peningkatan laju
pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang. Renin berfungsi untuk
mengatur tekanan darah di dalam tubuh, sementara kalsitriol merupakan
fungsi ginjal untuk membentuk vitamin D, menjaga keseimbangan kimia di
dalam tubuh, serta untuk mempertahankan kalsium di dalam tulang yang ada
di dalam tubuh.
9. Menjaga Tekanan Osmosis
Ginjal menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur keseimbangan garam-garam di dalam tubuh.
10. Menjaga Darah
Ginjal berfungsi sebagai penjaga kadar
pH darah agar tidak terlalu asam. Ginjal mempertahankan pH plasma darah
pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil.
Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau
alkalis pada pH 8.
Kelainan Pada Fungsi Ginjal
Beberapa kelainan fungsi ginjal yang sering terjadi diantaranya: gagal ginjal kronik, batu ginjal, nefritis, diabetes; yang terdiri dari diabetes militus dan diabetes inspidus, albuminuria, polyuria, oligouria.
Gagal ginjal kronik (Chronic Renal Failure)
merupakan suatu penyakit pada ginjal dimana fungsi ginjal tidak
berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan oleh beberapa
kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh manusia, antara lain merokok, mengkonsumsi alkohol, makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi,
serta kurangnya aktivitas olahraga. Fungsi ginjal tidak lagi mampu
menyaring dan membersihkan zat-zat sisa metabolisme, sehingga darah yang
mengalir ke seluruh tubuh menjadi kotor dan menimbulkan kerusakan pada
organ-organ tubuh lainnya.
Sedangkan Batu Ginjal adalah dimana di dalam ginjal
terdapat endapan yang disebabkan oleh kebiasaan kurang mengkonsumsi air
dalam jumlah tertentu, serta seringnya menahan keinginan untuk buang air
kecil.
Selanjutnya nefritis,
yaitu gangguan pada ginjal bagian nefron karena terinfeksi kuman.
Nefritis dapat menyebabkan penyerapan air terganggu, sehingga tertimbun
di kaki (biasa disebut oedema). Diabetes juga merupakan kelainan fungsi ginjal pada manusia. Diabetes terdiri dari dua macam: diabetes militus, yaitu dimana kadar gula dalam darah meningkat diakibatkan oleh kurangnya hormon insulin dalam darah, dan diabetes inspidus, yaitu tidak adanya hormon ADH sehingga kadar urine meningkat.
Albuminuria, yaitu kerusakan pada sel-sel ginjal dikarenakan adanya protein dalam urine. Polyuria dan oligouria
adalah dua kelainan ginjal yang saling berlawanan. Polyuria dapat
terjadi apabila nefron gagal melakukan proses penyerapan kembali (reabsorsi) sehingga urine yang dikeluarkan sangat banyak dan encer, sedangkan oligouria merupakan kerusakan fungsi ginjal secara total yang berakibat ginjal tidak bisa lagi mengeluarkan urine.
Munkin hanya ini saja yang dapat saya sampaikan untuk kalian tentang Fungsi Ginjal Pada Manusia, semoga dapat bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih.
No comments:
Post a Comment