Kisah - Kisah Pencerahan
Kisah Cinta Terlarang:
"Terjebak Dunia Seks Setelah Dilecehkan Pembantu"
Chatting porno dipilihnya untuk memenuhi hasrat seksnya daripada
berhubungan intim dengan istri tercintanya.
“Kelas 4 SD saya pernah dilecehkan oleh pembantu. Tangan saya dipegang
olehnya dan disuruh dimasukkan ke dalam bajunya. Saya merasakan
kenikmatan pada saat itu. Hal itu dilakukan berulang-ulang dan bukannya
saya takut, terkadang malah saya yang minta. Sampai akhirnya saya
melakukan seks pertama kali dengan wanita penghibur. Di hari saya
melakukan itu, malamnya saya tidak bisa tidur. Dan keesokan harinya saya
pergi lagi untuk melakukan hal itu. Saya benar-benar terikat dengan
seks,” ujar Surya mengawali kesaksiannya.
Surya yang pada awalnya merasa bersalah atas tindakannya itu menjadi
kebal dan tidak lagi merasa bersalah. Dia merasa semua hal yang
dilakukannya adalah suatu hal yang wajar dilakukan laki-laki. Surita
Jap, istri Surya, sempat merasa jijik setiap kali berhubungan dengan
suaminya karena tahu suaminya melakukan hal yang sama dengan wanita
lain. Ia takut terkena penyakit tapi ia tidak memiliki pilihan lain
selain tetap melayani suaminya. Setiap kali Surita menolak, Surya akan
marah besar.
Sikap egois Surya semakin membuat rumah tangganya seperti neraka. Setiap
hari pertengkaran demi pertengkaran seakan tidak pernah terlewatkan.
Kata-kata cerai seringkali terlontar dari mulut Surya dan hal itu sangat
melukai hati Surita. Betapa Surita merasa Surya sungguh tidak
menghargai dirinya dengan melontarkan kata cerai segampang itu dari
mulutnya. Namun Surita selalu memikirkan nasib anaknya. Surita bertekad
akan tetap mempertahankan pernikahannya apapun yang terjadi.
“Saya yakin Tuhan tidak mungkin tidak menolong keuarga saya jika saya
memiliki pengharapan kepada-Nya,” ungkap Surita.
Namun apa yang dirasakan Surita berbanding terbalik dengan apa yang
dirasakan Surya.
“Ketika saya melihat dia menangis, ketika saya kesal kepadanya, ada satu
kepuasan tersendiri di dalam hati saya karena telah menyakiti dia,”
ungkap Surya.
Suatu hari mereka mencoba peruntungan untuk hidup di negara lain dan
berharap bahwa rumah tangga mereka akan semakin membaik. Namun semua itu
hanyalah impian belaka.
“Hubungan saya dengan istri semakin memburuk karena waktu kami
berhubungan intim, saya merasakan ia bersikap dingin kepada saya. Pada
akhirnya saya merasa bahwa istri saya hanya melakukan ini sebatas
kewajiban tanpa adanya keinginan dari dirinya sendiri,” ungkap Surya.
“Kata-kata cacian dan makian yang dilontarkan suami saya selalu
terngiang-ngiang di pikiran saya. Sehingga saat kami berhubungan intim,
saya benar-benar tidak dapat merasakan apa-apa sebagaimana seorang istri
melayani seorang suami,” ungkat Surita.
Tak puas dilayani istrinya, Surya mencari alternatif lain untuk
memuaskan hasrat seksnya. Ia mulai melakukan chatting porno. Surita
tidak mengerti dengan aktivitas yang dilakukan Surya. Yang ia tahu bahwa
suaminya berkenalan dengan wanita lain, Hal ini sunnguh membuat Surita
merasa tertekan namun ia selalu berusaha tegar di depan Surya.
Sekalipun sering diperlakukan tidak baik, sebagai seorang istri Surita
tetap menyayangi Surya. Beberapa tahun kemudian mereka kembali ke
Indonesia. Saat itu Surya harus menghadapi tantangan yang lebih berat
lagi. Ia idak mendapatkan pekerjaan meskipun sudah mencoba melamar ke
sana-sini. Surya sudah benar-benar merasa putus asa, tidak tahu harus
mencari bantuan kemana lagi. Surya pun kembali berkumpul dengan
teman-teman lamanya ke tempat prostitusi tanpa sepengetahuan Surita.
Sempat terpikir oleh Surya untuk mati. Ia berpikir mungkin dengan cara
itulah semua beban hidup itu bisa lepas dari dirinya. Tapi untuk segala
dosa perzinahan yang dilakukannya, Surya tetap dapat menikmatinya
meskipun di tengah himpitan hidup yang dihadapinya.
Di tengah keterpurukan Surya, istrinya memberikan semangat kepada Surya
dengan mengajaknya bergabung ke sebuah komunitas rohani.
“Pada waktu mereka menaikkan nyanyian, saya merasakan damai sejahtera,
sukacita, dan segala beban saya diangkat. Selama ini saya merasa sedang
berada di titik terendah hidup saya, bamun saat itu saya benar-benar
merasa sebagai seorang yang sudah melakukan dosa perzinahan seperti ini,
saya yang memperlakukan istri saya dengan buruk namun Tuhan masih mau
menjamah saya. Betapa Tuhan masih mau mengasihi saya padahal
sesungguhnya saya benar-benar tidak layak untuk menerima kasih Tuhan,”
ujar Surya.
Surya benar-benar merasakan jamahan tangan Tuhan. Surita menyambut
gembira reformasi yang dialami suaminya. Surita yang selama ini merasa
segala doanya tidak dijawab Tuhan baru menyadari bahwa sebenarnya selama
ini Tuhan mendengarkan segala doa yang dipanjatkannya. Hanya saja waktu
yang diinginkannya berbeda dengan waktu Tuhan.
Mukjizat terjadi dalam hidup Surya. Setelah pulang dari komunitas rohani
itu, ia pun lepas dari dosa perzinahannya. Surya pun akhirnya meminta
maaf kepada isri dan ayahnya atas perbuatan yang selama ini ia lakukan.
Sebuah kehidupan baru pun dimulai dalam keluarga Surya.
“ketika dia mengutarakan permintaan maaf kepada saya, damai sejahtera it
turun bagi keluarga kami. Selama ini suami saya tidak pernah
mengucapkan kata maaf. Perbedaan suami saya yang dulu dan sekarang, saat
ini dia sudah bisa mengontrol emosinya,” ujar Surita.
“Kalau dulu saya menganggap seks itu sebagai suatu kebutuhan yang harus
dikejar. Hal itu semata-mata hanya untuk memuaskan saya. Saya tidak
dapat hidup tanpa seks. Tapi saat ini saya merasa seks itu adalah
sesuatu yang indah, sesuatu yang harus dilakukan untuk mengutarakan
kasih kita kepada istri,” ujar Surya.
“Keluarga yang kami miliki sekarang, Tuhan sudah pulihkan seutuhnya.
Hubungan anatara suami, isri dan anak-anak sunguh-sungguh dipulihkan
Tuhan. Saya sungguh sangat bersyukur kepada Tuhan. Tuhan itu begitu baik
untuk keluarga kami,” ujar Surita sambil tersenyum bahagia terpancar di
wajahnya.
“Kasih Yesus membuat saya yakin bahwa saya tidak akan kembali lagi
kepada kehidupan masa lalu saya yang buruk. Karena saya sudah melakukan
berbagai macam cara untuk keluar dari dosa-dosa itu tetapi tidak bisa.
Hanya kasih Yesuslah yang mampu mengubahkan saya sedemikian rupa,” ujar
Surya menutup kesaksiannya.
(Kisah ini ditayangkan 22 Juni 2011 dalam acara Solusi Life di
O’Channel)
Sumber Kesaksian:
Surya Atmadja (jawaban.com)

No comments:
Post a Comment