Pudarnya Pesona Sang Gelombang Cinta
dok pribadi
Ah….siapa yang tak
kenal dengan gelombang cinta, bunga yang tidak mempunya bunga ini dulu
[sekitar akhir 2007 sampai 2008] sempat menjadi raja dan booming
dimana-mana. Entah apa sebabnya saya juga tidak tahu. Bahkan untuk
anthurium jenmanii yang masih bayi dengan dua helai daunnya yang selebar
kuku kelingking bisa dihargai ratusan ribu…weleh weleh, apalagi yang
sudah dewasa dan daunnya sudah melebar kemana mana plus tongkol
merah-merah nya….weww…banyak orang yang berani menukar nya dengan motor
atau bahkan tetangga saya malah dua pot jenmani nya diganti mobil
wkwkwk….[kepala saya jadi nyut-nyut an kalau ingat ini]
Dan saking sedemikian
hebohnya gelombang cinta di kala itu, sampai-sampai banyak suami istri
yang cek cok…nah lho apa hubungannya coba?…terrnyata saudara-saudara
banyak istri yang nggak setuju kalau suaminya menghamburkan
uang yang jumlahnya fantastis hanya demi membeli lembaran daun [iya
juga sih mending beli susu buat anak pak]. Gak berhenti sampai disitu
saja, tetangga teman saya malah sampai mau menyembelih kambingnya
[hiyaaa…koq serem amat] dan setelah diselidiki usut punya usut, ternyata
gara-gara sudah emosi istri minta uang belanja nggak dikasih malah
uangnya buat beli bibit gelombang cinta, nah di saat suami lengah
tertidur [berasa perang deh ya], sang istri mengambil gelombang
cintanya, pergi kedapur, menghunus pisau dan merajang daun gelombang
cinta sampai lembut, dan werrrrrr….di campur rumput buat pakan si
embek…..ohh noooo!!!!
dok pribadi
Bukan itu saja sih, di
tengah derasnya kegilaan gelombang cinta dan rekan-rekan anthurium
lainnya, maka bak cendawan di musim hujan, bermunculan lah
nursery-nursery dadakan . banyak yang dulunya tidak gemar tanaman
mendadak jadi pakar dan penjual kelas wahid, modal ratusan juta di
gelontorkan demi keuntungan berlipat ganda [dalam bayangannya],
tiba-tiba saja semua jadi demam dan jatuh cintrong pada pesona si daun
kaku ini, bahkan sampai dibela-belain meninggikan pagar dan tembok
rumah, hanya supaya tanaman kesayangan nya nggak dicolong maling…wewwww
Yeach….namun semua
euforia dan fenomena horor tentang gelombang cinta sudah lama sirna,
sekarang banyak anthurium yang bernasib naas, dulu nya begitu dipuja, di
rawat dengan hati-hati sekarang hanya teronggok dan dipelihara
sekenanya…duh miris melihatnya. Untung saja bapak saya jauh sebelum
trend gelombang cinta meledak memang adalah hobiis tanaman [tanaman
apapun dari toga, buah-buahan sampai sayuran] jadi nggak ada efeknya
dengan perubahan drastis yang menimpa sang gelombang cinta, bapak tetap
saja rajin dan telaten dengan bunga-bunganya di rumah, hanya saja ada
sedikit yang saya sayangkan, karena jiwanya sebagai pecinta bunga dan
gak bermental pedagang, maka ketika satu anthurium kesukaannya mau
ditukar motor waktu itu, si bapak langsung main emoh aja, katanya
mending dibuat “sawangan” di rumah, eman-eman wong dirawat dari kecil
koq…hiyaaaa dasar bapak ih wkwkw.
Kalau dipikir-pikir
apa ya benar kata orang-orang bahwa heboh anthurium itu hanyalah
permainan orang-orang berduit, duh kalau benar begitu betapa teganya
mereka.
Namun apapun itu,
semua sudah berlalu. Secara pribadi saya sangat menyukai anthurium daun,
khusunya jenmanii karena pesona daunnya memang luar biasa [menurut
saya], daunnya yang tebal dengan warnanya yang mengkilat, tulang daun
menonjol dengan urat-urat daun yang terlihat jelas menggambarkan sebuah
keanggunan, kecantikan dan keindahan. Satu dari sekian banyak mahakarya
ciptaan Tuhan yang sangat memesona. Dan satu lagi yang saya suka, bahwa
daun anthurium sangat tahan lama, saya ingat satu pot yang di rumah,
kalau nggak salah itu daun sudah lebih dari lima tahun dan belum layu apalagi rontok, malah tambah lebar dan lebar….wew sungguh menakjubkan.
Bagi yang masih ingin
menanam gelombang cinta di rumah, ya tidak ada salahnya to,
hitung-hitung penghijauan hihihihi, mumpung bibit sudah sangat murah.
Cara menanmnya juga tidak repot koq, apalagi sekarang sedang musim
penghujan, pas sekali.media tanam berupa pakis juga banyak dijual di
nursery, juga pupuk kandang dan unsur pendukung lainnya. Jadi..selamat
bercocok tanam kawan-kawan :
No comments:
Post a Comment