SELAMATKAN GENERASI MUDA KITA,“Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.” ~ Yoel 1:3
Jika
ada suatu masa yang dapat dikatakan sebagai kurun waktu yang berbahaya
bagi generasi muda kita, maka itu adalah hari-hari ini. Belum pernah ada
suatu masa di dalam sejarah manusia di mana kita bisa melihat dan
merasakan secara langsung adanya bahaya-bahaya yang mengancam generasi
muda kita. Inilah waktunya kita semua, Gereja, bangun dan memperhatikan
generasi muda kita. Waktu kedatangan Tuhan untuk kedua kali sudah
semakin dekat, tetapi itu juga artinya kedatangan sang pembinasa
(Anti-Kristus) juga semakin dekat, kebejatan dan kemerosotan moral akan
semakin merajalela. Generasi muda kita, jika tidak kita kawal dan
persiapkan untuk menghadapi hal ini, dapat masuk dalam perangkap iblis.
Faktanya
adalah bahwa iblis selalu menjadikan generasi muda sasaran utama dan
prioritas pertama serangannya. Dalam Alkitab kita mendapatkan bahwa
sejak awalnya iblis selalu mengincar generasi muda. Mulai dari zaman
Adam dan Hawa, adalah Hawa - yang lebih muda - yang ‘diserang’
iblis. Sesudah itu adalah Habel - yang lebih muda - yang mati ditangan
Kain, abangnya atas bujukan iblis. Dan banyak lagi contoh lain di mana
generasi muda berada di posisi serang, bahkan sampai dibunuh! Pada zaman
Musa, bayi-bayi Israel dibantai. Goliat berhadapan dengan Daud, seorang
gembala muda. Pada zaman Tuhan Yesus, juga terjadi lagi pembantaian
anak-anak di Bethlehem.
Alkitab
mencatat banyak kejadian di mana generasi muda menjadi sasaran serangan
iblis. Di zaman modern ini, kita bisa melihat bahwa sasaran iblis
kepada generasi muda makin hebat. Pergaulan tidak sehat, pandangan
hidup yang tidak benar dan sebagainya. Negara kita pun tidak luput dari
bahaya ini. Narkoba misalnya, BNN menyatakan bahwa pengguna narkoba di
Indonesia mencapai 4,2 juta jiwa di mana mayoritas penggunanya adalah
generasi muda, bahkan tidak sedikit usia SD (nasional.sindonews.com).
Juga yang menyedihkan, BKKBN menyiratkan bahwa angka aborsi di
Indonesia tahun 2012 resminya 2,4 juta dan trend-nya naik 15% per tahun.
Komnas PA bahkan mengatakan 62% aborsi dilakukan oleh remaja (jurnas.com). Generasi muda selalu ada dalam keadaan rentan dan bahaya.
GENERASI MUDA ADALAH TARGET UTAMA IBLIS
Mengapa iblis demikian gencar menyerang generasi muda?
1. Karena Menentukan Jatuh-bangunnya Suatu Bangsa Di Masa Depan
Generasi
muda yang dirusak oleh iblis akan membawa kemerosotan dan akhirnya
kehancuran pada bangsanya. Sebaliknya, generasi muda yang dipersiapkan
dengan baik dan di dalam Kebenaran Firman, akan membawa kemakmuran bagi
bangsanya.
2. Karena Generasi Muda Memiliki Privilege dari Tuhan
TUHAN memberikan suatu urapan khusus, suatu kehormatan yang spesial, suatu privilege kepada generasi muda. Perhatikanlah: “Kemudian
dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas
semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat,
orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan
mendapat penglihatan-penglihatan.” (Yoel 2:28). “Lalu Ia memeluk
anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati
mereka.” (Markus 10:16). “Hiasan orang muda ialah kekuatannya...”
(Amsal 29:20)
Alkitab-pun
mencatat bahwa banyak pahlawan iman yang memulai kisah keimanan mereka
sejak muda, seperti Daud, Samuel, Daniel dkk. Timotius dan sebagainya.
Generasi muda yang dipersiapkan dan dididik dengan baik dan di dalam
kebenaran/cinta akan Tuhan pasti akan memberi dampak yang luar biasa.
MEMBANGKITKAN GENERASI MUDA KITA
1. Dengan Disiplin Rohani Melalui Keteladanan Kita (1 Petrus 5:2).
Jika
kita ingin melihat anak-anak kita, cucu-cucu kita menjadi orang-orang
luar biasa dalam kehidupan mereka, tidak cukup hanya dengan memberikan
sekolah yang baik, perawatan dan perlindungan yang memadai, tetapi kita
juga harus mempersiapkan mereka agar memiliki disiplin rohani di dalam
Tuhan. Hal ini bisa diajarkan, tetapi yang paling baik dan efektif
dengan keteladanan kita. Ini adalah tugas kita, bukan tugas guru-guru
Sekolah Minggu.
Kita
harus memiliki disiplin rohani yang baik jika kita ingin melihat
generasi sesudah kita juga memiliki hal yang sama. Ajaklah anak-anak
Anda untuk merenungkan Firman Tuhan, saat teduh bersama dan mengucap
syukur atas segala sesuatu kepada Tuhan. Miliki disiplin rohani yang
konsisten. Ada banyak keluarga, misalnya, yang memiliki prinsip “No Bible, No breakfast” (tidak boleh sarapan kalau belum saat teduh dan baca Firman TUHAN di pagi hari).
Libatkan
anak-anak kita dalam setiap kegiatan dan disiplin rohani yang kita
jalankan, bukan hanya sekedar memerintahkan mereka untuk melakukannya.
Sejauh mana kita mencintai TUHAN dan Firman-Nya, sejauh itu pulalah yang
dapat kita teladankan kepada anak-anak kita. Ingatlah, seseorang
berubah bukan karena instruksi atau gagasan, tetapi karena keteladanan. “Didiklah
orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun
ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6).
2. Melatih Mereka Untuk Menjadi Prajurit-prajurit Doa (Yoel 2:28).
Peperangan
rohani paling dahsyat terjadi di generasi muda. Apakah kita sudah
mempersiapkan mereka untuk hal ini? Di Indonesia saja, peredaran narkoba
tertinggi adalah di sekolah-sekolah dan kampus-kampus. Pergaulan sex
bebas tertinggi bukanlah di hotel remang-remang, tetapi antara
siswa/mahasiswa. Bahkan, maafkan hal ini harus diungkap, angka
gay-lesbianisme meningkat tajam di generasi muda kita; kini sudah 7%
dari total penduduk Indonesia.
Kita
tidak bisa menghadapi hal ini dengan protes, memaki atau lainnya,
tetapi kita bisa mempersiapkan anak-anak kita untuk memiliki iman yang
teguh dan semangat doa yang kuat untuk melakukan peperangan rohani,
sehingga mata, telinga dan hati mereka tidak dapat digoda oleh iblis
untuk melakukan dosa. Tidak cukup kita baru mengajak anak-anak kita
aktif dalam kegiatan doa/Gereja/pelayanan kita setelah 18 tahun keatas;
semakin dini semakin baik. Anak-anak muda yang cinta Tuhan dan yang
punya spirit doa yang kuat, mereka adalah prajurit-prajurit yang paling
handal dalam peperangan rohani.
Selama pelaksanaan Prayer March
(doa keliling secara serentak oleh seluruh COOL, dimulai bulan Maret
2013 yang lalu hingga kini), laporan-laporan dan kesaksian yang kami
terima di Sub Divisi Pembinaan COOL menunjukkan bahwa yang melakukan
terobosan-terobosan dan bergerak secara luarbiasa adalah COOL-COOL dari
generasi muda. Bahkan COOL Sekolah Minggu pun bergerak (usia 9-12
tahun).
Ketika
generasi muda ini berdoa mengklaim wilayah-wilayah yang mereka doa
keliling, mereka melepaskan berkat dan mengusir kuasa jahat yang
menguasai wilayah tersebut. Ada kesaksian di Sulawesi, di mana beberapa
anak-anak muda melakukan Prayer March dan mereka mendengar
suara shofar dari langit, tanda kuasa Tuhan dinyatakan. Di Jakarta,
banyak COOL generasi muda yang melakukan Prayer March, bahkan sampai ke daerah-daerah yang dikatakan “rawan”
tetapi perlindungan dan penyertaan Tuhan nyata sehingga tidak terjadi
apa-apa atas mereka. Ada yang melihat malaikat, mendengar secara
langsung suara Roh Kudus, mendorong pasukan iblis yang mencoba
menghadang dan banyak lagi. Hasilnya? Gembong-gembong narkoba ditangkap,
kemaksiatan di sekolah terungkap, COOL/Gereja bisa berdiri ditempat
yang tadinya “keras” dan bahkan banyak orang dari saudara kita
yang kini mulai berdatangan di COOL karena mereka didatangi langsung
oleh Tuhan Yesus sebagai akibat daerah mereka terus di-Prayer March-kan sehingga kuasa Tuhan dinyatakan.
3. Menghargai Potensi Mereka Di dalam Tuhan (1 Timotius 4:12)
Generasi
muda yang cinta Tuhan, bukanlah suatu angkatan yang dapat dianggap
remeh. Itulah sebabnya kita juga perlu berdoa kepada Bapa agar anak-anak
kita juga dipenuhi oleh Roh kudus, mengalami baptisan-Nya dan berbahasa
roh. Jelaskan kepada mereka mengenai Roh Kudus dan doronglah mereka
juga untuk mengalami baptisan-Nya. Ajak juga mereka ber-COOL, bahkan
bergabung dalam COOL yang cocok dengan generasi mereka. Dorong mereka
juga untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan generasi muda di Gereja. Ajak
mereka untuk masuk ke Menara Doa. Tentu tanpa menyampingkan pendidikan
akademik mereka. Ini perlu dilakukan agar mereka bertumbuh kuat bukan
hanya secara otak/logika, namun juga di dalam roh. Generasi muda yang
berjalan di dalam kebenaran Firman Tuhan dan di dalam kepenuhan Roh
Kudus adalah suatu angkatan yang tidak bisa dianggap sepele (a force to be reckoned with)
karena di kaki dan tangan merekalah terobosan-terobosan terjadi.
Generasi muda yang seperti ini, seperti Timotius, bisa Allah gunakan
untuk melakukan hal-hal yang luar biasa.
Mari kita selamatkan generasi muda kita, sekarang! Sebab akan tiba waktunya, kita semua akan menjadi “Musa” dan
kita harus melepaskan generasi Yosua untuk berjalan sendiri. Mari kita
pastikan, dengan segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita,
generasi muda kita akan mampu dan sanggup merebut “tanah perjanjian” mereka. Pada akhirnya generasi muda ini, orang-orang yang datang sesudah kita inilah yang akan berdiri tegap dan berkata, “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yosua 24:15).
Selamatkan generasi muda kita, sekarang! (CS)
No comments:
Post a Comment