Wanita Cerewet, Calon Ibu yang Hebat
Ilustrasi/Admin (Romana Tari)
Semua wanita itu cerewet!!
Setujukah pembaca dengan pernyataan tersebut?
Saya yakin banyak yang setuju. Setidaknya saya sendiri sedikit banyak
meng’iyakan pernyataan tersebut. Dan sosok ibulah yang saya anggap
paling memenuhi kriteria itu.
Seringkali jika sedang di rumah, ibu begitu
sering mengingatkan hal-hal yang justru saya anggap sebagai perkara yang
remeh. Begitu sering dan terkadang diulang-ulang. Apalagi jika memberi
suatu nasehat, rasanya tiada habisnya. Mendengarkan, menganggukkan
kepala, dan sesekali menjawab ‘iya’, beberapa hal tersebut yang biasanya
saya lakukan saat berada dalam situasi tersebut.
Saya cukup penasaran sebenarnya dengan
kondisi itu. Kenapa bisa demikian ya? Pertanyaannya, apakah pembaca
mengalami hal yang sama seperti yang saya rasakan? Jika jawabannya iya,
maka saya harus katakan jika kita termasuk orang-orang yang beruntung.
Saya mencoba memahaminya dengan mencari
beberapa referensi. Bagaimana dan mengapa hal itu kerap terjadi. Dan
berikut salah satu yang saya dapatkan ;
Menurut hasil sebuah penelitian diketahui
bahwa laki-laki dan wanita memang berbeda dalam banyak hal. Dan salah
satunya dalam hal bicara. Rata-rata wanita butuh bicara 16.000-20.000
kata per hari. Sementara laki-laki hanya perlu 6000-7000 kata per hari.
Dengan kata lain dapat dikatakan jika laki-laki memang malas ngomong, sementara wanitu justru perlu untuk ngomong.
Dari semua penjelasan itu, akhirnya saya menyimpulkan satu hal. Wanita ‘cerewet’ adalah calon ibu yang baik. Kenapa demikian?
Wanita sesuai kodratnya akan mengandung,
melahirkan, dan membesarkan anak-anak mereka. Dan otomatis waktu
seorang wanita sebagai seorang ibu pasti akan lebih banyak dibanding
kebersamaan anak dengan ayahnya.
Dari sanalah tercipta ikatan emosi ibu-anak
yang tak tergantikan. Di sanalah peran seorang ibu menjadi begitu mulia
dan teramat penting untuk membentuk karakter anak-anaknya. Dan di sana
ada tugas berat untuk mengajari dan memuaskan rasa ingin tahu anak yang
sedang dalam masa pertumbuhan.
Tentu untuk bisa melakukan itu semua,
diperlukan berbagai macam keahlian. Dan keahlian berbicara jadi salah
satu yang terpenting.
Coba bayangkan,
Suatu ketika sepasang suami istri jalan-jalan
bersama putri kecilnya di sebuah taman. Si anak begitu terpesona dengan
keindahan bunga serta begitu banyak pepohonan dengan daunnya yang
hijau. Anak tersebut kemudian bertanya pada ayahnya :
Anak : Paa, kenapa sih daun-daun itu warnanya hijau??
Ayah : Itu karena daun mengandung zat hijau daun sayang
Anak : tapi kenapa mesti hijau paa, kok gak biru aja sihhh??
Ayah : Karena dari dulu udah begitu sayang, dari dulu kan daun warnanya udah hijau…
Si anak merasa tidak puas mendengar jawaban ayahnya. Kemudian dia bertanya pada ibunya.
Anak : Maa, kenapa sih daun-daun itu warnanya hijau??
Ibu : Emm, itu karena daun mengandung klorofil adeekk
Anak : klorofil itu apa maa?
Ibu : Klorofil itu zat hijau daun sayangg…
Anak : (masih penasaran) tapi kok warnanya hijau ya maa, kenapa gak biru aja, kan keren!
Ibu : Adeek,,, kita bisa melihat warna karena ada panjang gelombang sekian sampai sekian…
Anak : (tambah bingung dan terus bertanya)…. Begitu seterusnya
Begitulah yang sering terjadi. Meski tak
bisa dikatakan selalu, namun secara umum memang begitu. Dan dalam hal
ini, wanita memang dikodratkan untuk mampu berbicara lebih banyak
daripada pria.
Karena salah satu tugas seorang wanita
sebagai seorang ibu adalah untuk mendidik anak-anaknya. Bagaimana
jadinya jika seorang ibu tak mampu memuaskan dan mengarahkan rasa ingin
tahu seorang anak. Akan jadi apa anak-anak tersebut nantinya?
Laki-laki dan wanita memang berbeda. Dan
karena itu tidak perlu disama-samakan. Bukan berarti yang satu lebih
baik dari yang lainnya. Mereka diciptakan dengan kelebihan
masing-masing. Bukan untuk mencari siapa yang terbaik, namun untuk
saling mengisi dan melengkapi.
Jadi, jika ibu, istri, saudara perempuan,
atau calon istri pembaca termasuk dalam kategori cerewet. Selama
cerewetnya tidak berlebihan,
Sekali lagi harus saya katakan jika Anda termasuk orang-orang yang sungguh beruntung…
No comments:
Post a Comment