Bantu Pria Anda Hadapi Perubahan(September 2013)Banyak pria di masa mudanya pekerja keras, lalu di usia paruh baya masih
berkutat mengejar kekuasaan dan uang. Ironisnya, setelah pensiun, meski
akhirnya berhasil meraih sukses, mereka justru tidak dapat
menikmatinya, karena terkapar dihajar penyakit yang menggerogoti
tubuhnya. Dibandingkan wanita, pria lebih sering mengabaikan keluhan
kesehatan yang dirasakan. Biasanya mereka baru memeriksakan diri ke
dokter di saat sudah parah. Padahal, mengabaikan keluhan bisa
meningkatkan risiko penyakit jadi lebih berbahaya.
Menurut Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine serta Program Magister dan Doktor Kekhususan Anti-Aging Medicine,
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, penurunan fungsi fisik
dan hormon (khususnya hormon testosteron) pada pria sebenarnya sudah
terjadi sejak usia 30-an. Hanya banyak yang tidak menyadarinya. Apalagi
jika selama ini mereka memiliki gaya hidup yang kurang sehat dan tidak
menyadari selama ini hidup di lingkungan yang terpapar racun. Mulai dari
udara yang dihirup, makanan yang dikonsumsi, dan orang-orang di sekitar
yang membawa energi negatif ke dalam diri mereka.
“Jika
dibiarkan, kondisi ini akan terus memburuk, mengganggu kesehatan fisik
maupun psikis, dan berujung pada rendahnya kualitas hidup mereka,” kata
Wimpie yang juga Ketua Indonesian Center for Anti-Aging Medicine.
Di sinilah peran Anda sebagai istri sangat dibutuhkan. Namun sebelum
membantu mereka, Anda perlu memahami proses perubahan yang terjadi pada
pria seiring usia mereka.
Pada setiap tahapan usia, mereka
memiliki prioritas hidup yang berbeda sehingga juga akan berpengaruh
terhadap kondisi fisik, mental maupun hormonal mereka. Sudah pasti,
ujung-ujungnya akan mempengaruhi kualitas hidup mereka, juga kualitas
hubungan perkawinan Anda berdua.
Misalnya, di usia 40-an, karier
dan keluarga merupakan prioritas pria. Terkadang, karena terlalu fokus
pada kedua hal ini, mereka mengabaikan kondisi kesehatannya sendiri.
Karena itulah masa ini dianggap sebagai masa yang kritis: jika mereka
sadar dan mau mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, maka mereka akan
meraih sukses.
Contohnya Bill Clinton dan Barack Obama yang tampil menjadi Presiden Amerika Serikat di usia 40-an. Atau aktor Hugh Jackman dan Daniel Craig yang justru makin bersinar di atas usia 40-an.
Pada
usia ini, terutama di atas usia 45, pria baru menyadari penurunan
kemampuan fisik mereka. Jika sejak muda mereka tidak terbiasa
berolahraga, ditambah punya kebiasan yang tidak sehat seperti merokok
dan senang makan ‘sembarangan’ (yang mengandung kolesterol dan kadar
garam tinggi), maka di usia 40 tahun biasanya sudah mulai terlihat
timbunan lemak (terutama di bagian perut), cepat lelah, dan muncul
beberapa gejala penyakit degeneratif. Apalagi jika mereka memiliki
riwayat hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung. Hormon stres juga
akan memperburuk kondisi ini, yang bisa mengarah pada kematian.
Perubahan
hormonal pria di usia ini dapat mengganggu fungsi seksualitas Anda
berdua. Banyak pria di usia ini yang mengalami masalah disfungsi ereksi.
Mereka juga mulai mengalami gejala-gejala penurunan kadar testosteron
yang mengarah pada terjadinya andropause. Faktor psikis seperti
kejenuhan akan rutinitas dan stres tinggi juga dapat mengganggu fungsi
seksual pria. Di samping fungsi seksual, kesuburan pria juga menurun.
Kuantitas dan kualitas sel spermatozoa juga menurun. Jadi, tidak benar
anggapan yang menyatakan bahwa kesuburan pria tak terpengaruh usia.
Karena itu dianjurkan pada pasangan suami-istri usia di atas 40-an untuk
tidak mempunyai anak lagi.
3 saran untuk pria usia 40-an:
• Perlambat ritme kerja & have fun!
Para
pekerja keras yang perfeksionis rentan mengalami stres dan minim
berolahraga, sehingga risiko terkena penyakit jantung (yang merupakan
penyebab kematian pria nomor 1) di usia 40 tahunan relatif tinggi.
Begitu hasil studi dari European Heart Journal. Jadi, ingatkan mereka
untuk memperlambat ritme kerja dan mulailah melakukan kegiatan lain yang
menyenangkan seperti traveling atau nonton untuk mengusir kepenatan.
• Mulailah pola hidup sehat
Dikatakan
bahwa kanker adalah penyebab kematian pria nomor tiga di usia 40-an,
dan kanker yang paling mematikan adalah kanker paru-paru. Jadi tak ada
tawar menawar, mereka harus stop kebiasaan merokok dan mulai mengonsumsi
banyak buah dan sayur, terutama brokoli, yang dapat membantu mengurangi
risiko kanker paru-paru hingga 43% (hasil studi Johns Hopkins
University).
• Ajak berolahraga: fokus pada fleksibilitas dan kekuatan otot
Olahraga teratur dapat melindungi jantung serta memperkuat otot, tulang, dan juga ereksi. Menurut Journal of the American Medical Association,
pria disarankan melakukan latihan beban dan penguatan otot perut
minimal 3 kali seminggu untuk mengatasi perut buncit dan memperkecil
lingkar pinggang, sehingga mengurangi risiko munculnya penyakit
degeneratif.
No comments:
Post a Comment