KOMBINASI PASANGAN YANG BAIK smile emotikon
Seorang pakar pernikahan, Kevin Leman, percaya bahwa
kepribadian, cara berbisnis, perspektif dalam mengasuh anak, serta cara
memilih pasangan sangat tergantung pada posisi seseorang sebagai anak
dalam keluarga. Apakah anak tunggal, sulung, tengah atau bungsu. Mari
kita lihat pernikahan dari kacamata ini.
Pertanyaan hari ini hanya satu, kombinasi mana yang paling tepat untuk menuju pernikahan yang bahagia?
Sulung + Sulung?
Bungsu + Sulung?
Bungsu + Tengah?
Tengah + Sulung?
Bungsu + Bungsu?
Masukan pertama dari Kevin Leman ialah: Jika anda ingin bahagia dalam
pernikahan, cari pasangan yang berbeda dari posisi anda. Semakin jauh
semakin baik”. Pasangan yang urutan lahirnya bertolak belakang, biasanya
saling menarik satu sama lain, sehingga sangat baik dalam kehidupan
pernikahan.
Menurut hasil penelitian para pakar, anak tunggal
+anak bungsu menciptakan pasangan yang terbaik. Disusul dengan anak
sulung + anak bungsu di peringkat kedua, dan anak tengah + anak bungsu
di tempat ketiga.
Mari Kita lihat secara singkat kombinasi pasangan
berdasarkan posisi mereka sebagai anak dalam keluarga dan mengapa dapat
mengarah ke hubungan yang baik atau buruk. Dan beberapa tips penting
yang mengikutinya.
Satu hal penting yang harus anda camkan, tidak
ada jaminan sama sekali bahwa kombinasi seperti ini akan menuntun
sebuah pasangan secara otomatis ke arah bahagia. Poinnya hanyalah, Ada
indikasi-indikasi tertentu yang mengarah pada satu kesimpulan bahwa
kombinasi tepat pada sebuah pasangan akan membantu mereka menghadapi
berbagai masalah dalam pernikahan.
Sulung+Sulung/ / Tunggal+ Tunggal = Perebutan kekuasaan
Si sulung dan si anak tunggal memiliki posisi yang sama. Masalah yang
dihadapi oleh pasangan ini biasanya seputar sifat perfeksionis. Dan
penetuan siapa yang menang dalam kompetisi ‘penguasa’ di rumah tangga
mereka.
Berikut beberapa tips untuk mengurangi ketegangan dan menambah keharmonisan dalam keluarga :
1. Berhenti mengkritik pasangan anda! Kritik pedas biasanya menjadi
hobi para anak tunggal. Tetapi Hari ini, gigit lidah anda dan
berhentilah, kalau memanganda ingin bahagia. Lidah anda bagaikan kemudi
kapal dan kekang pada mulut kuda. Sangat menentukan kemana pernikahan
anda akan dibawa.
2. Jangan memiliki ekspetasi yang berlebihan pada
segala sesuatu, sehingga anda menjadi sangat keras pada diri sendiri
maupun pasangan anda.
3. Definisikan ‘peran’dengan benar untuk
menghindari perdebatan mengenai siapa yang berhak melakukan ini dan itu.
Rundingkan dan putuskan sejak awal, siapa melakukan apa. Pertimbangkan
kondisi dan tanggung jawab pasangan anda.
4. Berhenti memaksakan
kehendak! Banyak jalan menuju Roma, dan jalan anda mungkin bukan yang
paling mulus. Belajarlah untuk berkata “Kamu benar juga, ayo Kita coba
dengan caramu.”
Sulung + Tengah = Paradoks
Para anak sulung
harus mencatat fakta penting bahwa anak tengah memiliki rekor terbaik
dalam mempertahankan sebuah pernikahan. Fakta penting bagi anak tengah,
anak sulung adalah paradoks yang menjengkelkan. Sebagai anak yang
memiliki kakak dan adik, anak tengah sangat terbiasa berkompromi,
bernegosiasi dan biasanya tidak terbiasa mengungkapkan perasaan mereka
yang sebenarnya.
Beberapa saran untuk pasangan ini:
1.
Sering-seringlah berbincang. Jangan biarkan pasangan anda berkata “semua
baik-baik saja” , tanpa tahu kebenarannya. Kalau memungkinkan, usahakan
untuk berbagi perasaan satu sama lain, setiap Hari.
2. Buat
pasangan anda merasa spesial terus menerus. Khusus bagi anak sulung,
berikan pasangan anda hadiah atau kejutan-kejutan kecil sesering
mungkin, karena anak tengah cenderung kurang menjadi pusat perhatian di
dalam keluarga. Hal kecil sehubungan ini penting diketahui, bahwa setiap
hari seorang wanita membutuhkan konfirmasi apakah pasangannya
benar-benar mencintainya.
3. Pecahkan masalah dan ambil keputusan bersama-sama.
Sulung + Bungsu = Happy Ending
Sekali lagi, pernyataan diatas hanya berdasarkan apa yang biasanya
terjadi. Dari riset terhadap tiga ribu pasangan dengan kombinasi di
atas, terlihat bahwa pasangan ini secara alamiah tertarik satu sama
lain. Anak sulung mengajarkan hal-hal seputar prinsip hidup dan rencana
masa depan, sedangkan anak bungsu membantu pasangannya untuk lebih
santai dalam menghadapi hidup.
Menurut para peneliti, yang terbaik ialah istri sulung dan suami bungsu.
Wanita yang terlahir sebagai anak sulung cenderung memiliki naluri
keibuan yang sangat tinggi. Di lain pihak, pria yang terlahir sebagai
anak bungsu cenderung membutuhkan kehangatan seorang ibu. Dalam hal ini
mereka saling melengkapi. Tetapi anda harus ingat, bahwa pernikahan yang
berhasil bukan dilahirkan, tapi diciptakan. Dua orang yang bersatu
harus bekerja sama, saling mencintai dan saling ‘menguntungkan’ satu
sama lain.
Berikut tips untuk pasangan kombinasi harmonis ini:
1. Jangan biarkan pasangan -anak bungsu- anda mengambil keuntungan dari
anda. Terutama jika pasangan anda itu seorang pria. Buatlah dia mengerti
bahwa mengurusi ‘tetek bengek’ di rumah bukan hanya tugas seorang
wanita.
2. Jangan terlalu mengekspos kelemahan pasangan anda. Setiap
orang punya kelemahan, dan harus diperbaiki dengan cara sebaik mungkin.
Perlahan, tapi pasti.
3. Beri perhatian maksimal satu sama lain.
4. Jaga komunikasi dan pastikan bahwa peran anda dan pasangan tetap seimbang dalam porsi yang wajar.
Tengah + Tengah = Kacau?
Bisa saja kacau jika dibiarkan apa adanya. Kelemahan pasangan ini
terletak pada komunikasi yang terhambat. Keduanya menghindari
kemungkinan perdebatan dan masing-masing juga cenderung merasa kalau
pendapatnya tidak begitu penting. Sifat ini lahir alami dalam diri anak
tengah jika disatukan.
Cobalah satu cara ini:
Letakkan toples di
tempat yang paling sering anda berdua lewati. Meja makan
contohnya.Siapkan potongan kertas dengan dua warna yang berbeda, merah
untuk pria dan putih untuk wanita. Tuliskan secara spontan apa saja yang
ingin anda diskusikan dengan pasangan dan masukkan kedalam toples.
Siapkan waktu khusus untuk membahasnya. Pasangan yang malas berdiskusi
kadang lebih merasa nyaman untuk menulis. Karena itu, walau kaum pria
menganggap hal ini sangat merepotkan, tak ada salahnya jika dicoba.
Beberapa tips penting lainnya ialah:
1. Bangunlah kepercayaan diri pasangan anda lewat pujian atau apapun.
2. Jangan batasi pergaulan. Tetaplah memiliki sebanyak mungkin teman, asalkan tidak mengarah pada kemungkinan untuk selingkuh!
3. Jangan berhenti memberikan perhatian pada pasangan anda. Ini sangat
penting karena pujian menjadi kebutuhan setiap orang, terutama dalam hal
ini anak tengah.
4. Di atas segalanya, hormatilah pasangan anda.
Contoh yang sederhana, jangan pernah lupa telepon jika anda pulang
terlambat malam ini.
Tengah + Bungsu = Aman
Kemungkinan
sukses kombinasi ini sangat besar, karena merupakan campuran dari si
negosiator dan si makhluk sosial. Entah bagaimana rumusnya, tetapi jika
mereka disatukan akan terjadi komunikasi yang sangat lancar, terlepas
dari sifat masing-masing.
Tips untuk semakin aman dalam membina pernikahan:
1. Jangan pernah merendahkan pasangan anda, walaupun misalnya ide-ide yang ia utarakan terdengar aneh atau bodoh.
2. Jangan lupa mencoba hal-hal baru untuk bersenang-senang dan menikmati hidup berdua.
3. Berusahalah menonjolkan kelebihan pasangan anda.
4. Usahakan untuk saling berbagi terus-menerus. Jangan tertawa sendirian!
Bungsu + Bungsu = Kalang Kabut
Kombinasi ini biasanya terbelit dengan masalah finansial yang
pekat,juga masalah-masalah berat lainnya. Karena itu sejak awal, mereka
wajib duduk bersama dan membahas hak dan kewajiban masing-masing, serta
kesepakatan untuk menerapkan disiplin di dalam rumah tangga. Jika ini
tidak dilakukan, kekacauan sudah mengintip di balik pintu. “Listrik kita
diputus PLN!! bukannya kamu yang mestinya bayar listrik?”.
Kebiasaan buruk anak bungsu biasanya ialah menyalahkan orang lain. Jadi
jika anda dan pasangan sama-sama anak bungsu, tebak saja apa yang akan
terjadi.
Berikut beberapa tips untuk pasangan ini:
1. Jangan
saling bersilat lidah dan telinga. Jadilah pendengar yang baik bagi
pasangan anda, terbukalah, dan jalankan hasil kesepakatan bersama tanpa
memanipulasi apapun.
2. Saling koreksi dan mengingatkan satu sama lain, untuk menghindari hal-hal yang rentan terlewatkan.
3. Jangan menyulut pertengkaran.
4. Hadapi segala sesuatu dengan santai dan tenang. Jangan pernah berhenti bercanda dan tertawa berdua.
Semua pernyataan diatas bukan satu rumus yang pasti.
Semua hanyalah indikator berdasar hasil penelitian semata. Jadi di
manapun posisi anda sekarang, tetaplah berusaha menjalankan yang terbaik
dan bersyukurlah jika posisi anda dalam keluarga tidak berpengaruh
dalam kehidupan berumah tangga. Dengan kata lain, pembahasan di atas
ialah sebuah petunjuk, bukan anak panah. Jadikan saja sebagai satu
pengetahuan yang membawa ke arah pernikahan yang lebih bahagia.
No comments:
Post a Comment