MENIKAHLAH DAN JANGAN DITUNDA-TUNDA ..
Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah :
1. Rasulullah
SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka dengan
sunnahku, maka dia bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah
r.a.).
2. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu :
berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
3. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita, maka sesungguhnya mereka
(isteri kamu) akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨ (HR. Hakim
dan Abu Dawud).
4. Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah
seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh
agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR.
Baihaqi).
5. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan
sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah
dan An Nasai).
6. “Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim)
7. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang
berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari
tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari
yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
8. “Wahai
generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah,
karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR.
Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
9. Kawinlah dengan wanita yang
mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan
kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
10. Saling
menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah
(keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah
umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
11. Shalat 2 rakaat
yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70
rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam
kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
12. Rasulullah SAW. bersabda :
“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat
kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
13. Diantara kamu
semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu
semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup
membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
14. Dari Anas, Rasulullah
SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam
keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat.
(HR. Ibnu Majah,dhaif).
15. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah
orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan
memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al
Hadits).
16. “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk
dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak
halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)
17. “Sesungguhnya, apabila
seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan
isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka
Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan
apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih &
sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR.
Abu Sa’id)
18. “Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah
berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka
(atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)
19. “Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih
sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)
20.
“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk
kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat
menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang
belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu
bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)
21. “Janganlah
seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya.
Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu
disertai mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu
Abbas ra).
22. “Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau
senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika
kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan
kerusakan yang luas” (H.R. At-Turmidzi)
23. “Kawinlah dengan wanita
yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan
membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)
24.
“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan
perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya
jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)
25.
“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan
lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah
pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena
kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang
menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan,
Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan
kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga
pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah
senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR.
Thabrani)
26. “Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya,
mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita
karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu
melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab,
seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih
utama” (HR. Ibnu Majah)
27. “Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW.
telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena
agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang
beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)
No comments:
Post a Comment