Waktu Anda Lebih Berharga dari Uang Anda
Saya ingin bertanya kepada Anda berapa banyak waktu
produktif yang Anda gunakan selama seminggu. Tentunya diluar waktu
tidur. Produktif itu bisa berupa kegiatan positif seperti bekerja di
kantor, baca buku, nulis cerpen, berolahraga, menanam pohon atau hal-hal
positif lainnya.
Mungkin diantara Anda ada yang menjawab 40 jam. Ini
diperoleh dari 8 jam bekerja di kantor dikalikan dengan 5 hari kerja
(Senin-Jumat). Selebihnya mungkin Anda membaca buku, menulis cerpen,
berolahraga, atau melakukan kegiatan hobi. Katakanlah nambah 1 jam
sehari untuk hal tersebut. Berarti jika dikalikan 5 hari kerja berarti
sekitar 45 jam.
Untuk hari Sabtu dan Minggu bagaimana. Apakah Anda
memiliki kegiatan produktif di dua hari tersebut ? Sebagian orang tidak
melakukan apa-apa tatkala hari Sabtu dan Minggu tiba. Ada juga yang
mengisinya dengan istirahat total dengan tidur seharian. Atau ada juga
yang duduk di depan televisi seharian. Atau ada yang mengisinya dengan
kegiatan bisnis yang menghasilkan uang.
Saya disini bukan ingin menghakimi kegiatan Anda
itu bagus, benar, baik atau berkualitas. Tidak. Tidak. Saya bukan
bermaksud seperti itu. Apa pun kegiatan Anda itu baik bagi Anda. Anda
yang punya waktu Anda sendiri. Bukan orang lain. Terlepas dari semua hal
itu, Saya hanya ingin mengingatkan Anda bahwa waktu itu lebih berharga
dari uang Anda. Pada tulisan Saya kali ini Saya akan mencoba membuktikan
bahwa hal itu benar adanya.
Saya ingin bertanya lagi kepada Anda,
“Apakah ada orang di dunia ini yang memiliki waktu lebih dari 24 jam sehari ?”
Kalau ada yang menjawab ada, tolong beritahu Saya ya. Soalnya Saya ingin tahu bagaimana dia bisa berbeda dengan orang lain.
Saya yakin dan percaya bahwa setiap orang yang hidup
di muka bumi ini diberi waktu yang sama oleh Alloh Subhanalloh wa
Ta’ala. Tidak terkecuali. Mulai dari Bill Gates sampai tukang bakso yang
sering muncul di depan rumah. Begitu juga anak SD, dosen universitas
sampai Presiden Barrack Obama. Semua orang hanya memiliki 24 jam sehari,
7 hari seminggu dan 365 hari dalam setahun. Tidak ada yang berbeda.
Semua sama.
Namun anehnya koq semua orang memiliki waktu yang
sama, tapi penghasilannya berbeda-beda. Bill Gates memiliki kekayaan USD
56 Milyar. Sementara tukang bakso yang sering menjadi langganan Saya
cuma punya penghasilan IDR 50ribu sehari. Apa yang terjadi ? Apakah Anda
pernah menanyakannya ? Dahulu saat Saya masih kecil, Saya sering
menanyakan hal itu kepada orang tua Saya. Akan tetapi mereka tidak bisa
menjawab secara lengkap. Yang mereka jawab cuma belajarlah yang baik
agar bisa dapat nilai baik. Lalu bekerja di sebuah perusahaan yang
bagus. Kemudian menikah, punya anak. Dan begitu seterusnya.
Karena Saya dulu patuh kepada orangtua ya Saya
menurut saja. Saya sekolah dari TK, SD sampai perguruan tinggi. Meskipun
begitu, nilai Saya tidak bagus-bagus amat. Orangtua Saya tidak terlalu
menekankan pada nilai bagus. Yang penting naik kelas dan melanjutkan ke
jenjang berikutnya. Mereka baru keras dan sangat menekan ketika Saya
mulai meminta uang dan hal-hal yang memakai uang sebagai alat untuk
menggunakannya.
Dari kecil Saya mempelajari bahwa waktu itu tidaklah
terlalu penting. Yang penting hanyalah belajar, belajar dan belajar.
Orangtua, Guru, Dosen dan Bos di kantor lah yang menentukan waktu Saya.
Sampai suatu ketika Saya menemukan sebuah buku tentang pentingnya
penguasaan waktu. Pentingnya manajemen waktu. Ada hubungan yang sangat
erat antara waktu dengan penghasilan.
Di buku itu diceritakan bagaimana seorang pengusaha
wanita yang memulai usahanya dari nol sampai menjadi orang kaya yang
berpenghasilan USD 1 Milyar. Dia mendapatkannya pada umur 26 tahun. Coba
bayangkan umur 26 tahun ? 26 tahun ? Kalau Saya waktu umur segitu, Saya
masih bekerja di sebuah perusahaan milik orang lain. Boro-boro bisa
jadi pengusaha, buat makan aja sulitnya bukan main. Namun wanita yang
masih muda itu mampu mendapatkannya. Saya jadi bertanya-tanya. Apa sih
rahasianya. Apakah dia menggunakan ilmu hitam. Apakah dia anak orang
kaya. Apakah dia memiliki suami orang kaya. Atau apakah dia keturunan
dari konglomerat.
Ternyata pembaca blog Saya yang budiman, wanita itu
tidak menggunakan ilmu hitam. Bukan anak orang kaya. Tidak memiliki
suami orang kaya. Dan bukan dari keturunan konglomerat.
Dia hanya wanita biasa-biasa saja. Sama seperti
wanita-wanita lainnya. Lalu apa sih rahasianya. Apa sih yang
dilakukannya sehingga dia bisa
No comments:
Post a Comment