Saat Gairah Seks Turun, Harus Bagaimana?Gairah seks yang terus menurun merupakan masalah seksual terbesar kedua
setelah ejakulasi dini. Meski demikian, menurut Richard Milsten, MD,
seorang urolog di New Jersey, AS seperti dikutip WedMD.com, Selasa (17/9/2013) harap dibedakan antara gairah seks yang menurun dengan impoten (disfungsi ereksi).
Dalam
beberapa kasus, pria yang mengalami impotensi biasanya akan mengalami
penurunan gairah seksual. Namun, gairah seksual yang menurun terjadi
bukan karena impotensi saja. Beberapa faktor penyebab gairah seks yang
menurun itu, antara lain:
1. Saat Anda sakit, libido juga ikut menderita
Beberapa
masalah medis maupun kondisi fisik kronis dapat menurunkan gairah seks.
Jika seorang pria didiagnosis mengidap kanker misalnya, mungkin seks
menjadi prioritas akhir untuk sementara waktu. Namun, bila kesehatannya
membaik, gairah seksnya juga akan naik.
Menurut Milsten, beberapa
penyakit seperti penyakit kelenjar tiroid, tumor kelenjar endokrin yang
mengontrol produksi hormon termasuk hormon seks, dan depresi, berkaitan
langsung dengan menurunnya gairah seks. Jumlah hormon seks pria yang
tidak cukup juga dapat menyebabkan rendahnya libido. Disarankan, pria
yang merasa kondisi fisiknya menurunkan gairah seks, agar berkonsultasi
dengan dokter.
2. Efek dari obat-obatan
Obat-obatan
juga dapat menurunkan gairah seks. Contohnya pada beberapa resep obat
antidepresan dan antihipertensi. Juga pada beberapa jenis obat-obatan
terlarang, seperti heroin, kokain, dan ganja.
Milsten
menyarankan, jika resep obat dapat menghambat gairah seks sampai tingkat
membahayakan, tanyakan pada dokter kemungkinan menggantinya dengan
jenis lain, yang serupa tetapi tidak menyebabkan efek samping terhadap
seks.
3. Stres dapat memengaruhi gairah seks
Segala
jenis stres, baik yang berhubungan dengan pekerjaan atau yang berkaitan
dengan seseorang, dapat memengaruhi gairah seks. Begitu juga dengan
depresi, masalah keluarga, konflik perkawinan, kejadian kekerasan di
masa lalu, atau konflik atas orientasi seksual, membutuhkan penanganan
profesional.
No comments:
Post a Comment